cari artikel di blog ini

Jumat, 20 November 2009

definisi keberlanjutan lingkungan

Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip "memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan" (menurut Brundtland Report dari PBB, 1987. Pembangunan berkelanjutan adalah terjemahan dari Bahasa Inggris, sustainable development. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.

Banyak laporan PBB, yang terakhir adalah laporan dari KTT Dunia 2005, yang menjabarkan pembangunan berkelanjutan sebagai terdiri dari tiga tiang utama (ekonomi, sosial, dan lingkungan) yang saling bergantung dan memperkuat.

Untuk sebagian orang, pembangunan berkelanjutan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan ekonomi dalam jangka panjang, tanpa menghabiskan modal alam. Namun untuk sebagian orang lain, konsep "pertumbuhan ekonomi" itu sendiri bermasalah, karena sumberdaya bumi itu sendiri terbatas.

Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. Dokumen-dokumen PBB, terutama dokumen hasil World Summit 2005 menyebut ketiga hal dimensi tersebut saling terkait dan merupakan pilar pendorong bagi pembangunan berkelanjutan.

Skema pembangunan berkelanjutan:pada titik temu tiga pilar tersebut, Deklarasi Universal Keberagaman Budaya (UNESCO, 2001) lebih jauh menggali konsep pembangunan berkelanjutan dengan menyebutkan bahwa "...keragaman budaya penting bagi manusia sebagaimana pentingnya keragaman hayati bagi alam". Dengan demikian "pembangunan tidak hanya dipahami sebagai pembangunan ekonomi, namun juga sebagai alat untuk mencapai kepuasan intelektual, emosional, moral, dan spiritual". dalam pandangan ini, keragaman budaya merupakan kebijakan keempat dari lingkup kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Pembangunan Hijau pada umumnya dibedakan dari pembangunan bekelanjutan, dimana pembangunan Hijau lebih mengutamakan keberlanjutan lingkungan di atas pertimbangan ekonomi dan budaya. Pendukung Pembangunan Berkelanjutan berargumen bahwa konsep ini menyediakan konteks bagi keberlanjutan menyeluruh dimana pemikiran mutakhir dari Pembangunan Hijau sulit diwujudkan. Sebagai contoh, pembangunan pabrik dengan teknologi pengolahan limbah mutakhir yang membutuhkan biaya perawatan tinggi sulit untuk dapat berkelanjutan di wilayah dengan sumber daya keuangan yang terbatas.

Beberapa riset memulai dari definisi ini untuk berargumen bahwa lingkungan merupakan kombinasi dari ala dan budaya. Network of Excellence "Sustainable Development in a Diverse World" SUS.DIV, sponsored by the European Union, bekerja pada jalur ini. Mereka mengintegrasikan kapasitas multidisiplin dan menerjemahkan keragaman budaya sebagai kunci pokok strategi baru bagi pembangunan berkelanjutan.

Beberapa peneliti lain melihat tantangan sosial dan lingkungan sebagai kesempatan bagi kegiatan pembangunan. Hal ini nyata di dalam konsep keberlanjutan usaha yang mengkerangkai kebutuhan global ini sebagai kesempatan bagi perusahaan privat untuk menyediakan solusi inovatif dan kewirausahaan. Pandangan ini sekarang diajarkan pada beberapa sekolah bisnis yang salah satunya dilakukan di Center for Sustainable Global Enterprise at Cornell University.

Divisi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan mendaftar beberapa lingkup berikut ini sebagai bagian dari Pembangunan Berkelanjutan.:[1]

Pembangunan berkelanjutan merupakan konsep yang ambigu, dimana pandangan yang luas berada di bawah naungannya. konsep ini memasukkan pemahaman keberlanjutan lemah, keberlanjutan kuat, dan ekolog mendalam. konsep yang berbeda jga menunjukkan tarik ulur yang kuat antara eko(lingkungan)sentrisme dan antropo(manusia)sentrisme. Oleh karena itu konsep ini lemah didefinisikan dan mengundang debat panjang mengenai definisinya.

Selama sepuluh tahun terakhir, lembaga-lembaga yang berbeda telah berusaha mengukur dan memantau perkiraan atas apa yang mereka pahami sebagai keberlanjutan dengan mengimplementasikan apa yang disebut dengan matrik dan indikator keberlanjutan.

Keberlanjutan pembangunan haruslah terus ditingkatkan karena pembangunan itu memang harus dilakukan demi keajuan bangsa ini. Jika tidak terjadi pembangunan maka apa jadinya bangsa ini yang hanya akan ada kemunduran saja> Dengan kemunduran itu hanya akan memudahkan saja bagi bangsa lain untuk dapat menjajah kembali bangsa ini. Tanpa sadar saja sebenarnya bangsa ini secara tidak langsung sudah dijajah namun cara penjajhannya tidak seperti dulu dengan kekerasan namun lewat perekonomian, dll.
Oleh karena itu diharapkan agar pemerintah terus melakukan pembangunan-pembangunan demi kemajuan bangsa ini namun pembangunan itu tidaklah juga dapat melanggar hak asasi dari seseorang dan hokum karena banyak orang yang melakukan hal-hal yang tidak baik hanya untuk alasan pembangunan seperti penebangan liar,pemberantasan hama, dll. Jadi pembangunan harus terus berlanjut dan diharpkan pemerintah dapat merealisasikannya serta bagi masyarakat diharapkan dapat membantu sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

Referensi

1. ^ United Nations Division for Sustainable Development. Documents: Sustainable Development Issues Retrieved: 2007-05-12

kesadaran lingkungan

Paradigma pembangunan berkelanjutan (sustainable development) mendudukkan Sumberdaya Alam (natural resources) pada ordinat yang harus dijaga kelestariannya secara dinamis karena menyangkut fungsinya yang vital sebagai modal pembangunan (capital development) dan pilar utama dalam menopang sistem kehidupan. Sumberdaya alam meliputi hutan, perairan, dan pertambangan serta segala yang terkandung didalamnya merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia yang dalam pemanfaatannya harus bijak dan tanpa mengurangi prospek generasi-generasi mendatang.

Oleh karena itu, manusia sebagai mahluk yang terlibat, menjadi subjek sekaligus objek dalam setiap tahapan pembangunan, mengambil manfaat, merencanakan dan menciptakan diri secara aktif dalam pelestarian sumberdaya alam.


Pembangunan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture development) menurut Technical Advisory Committee of the CGIAR (TAC/ CGIAR, 1988) adalah pengelolaaan sumberdaya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah sekaligus mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan pertanian. Olehnya, daya dukungan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) berupa materi plasma nutfah tanaman (germplasm) menjadi sangat vital dalam menunjang pembangunan pertanian berkelanjutan.

hub pencemaran dan perusakan lingkungan

Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.


Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.
b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.

Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.


Jadi sekarang ini perusakan lingkungan itu sungguh berbahaya karena dampaknya akan terasa begitu besar seperti penebangan hutan maka akan menciptakan tanah longsor dan lain sebagainya. Oleh karena itu haruslah lingkungan itu dijaga dan dilestarikan guna membantu dalam pembangunan karena lingkungan merupakan faktor dari pembangunan. Pembangunan tidak akan dapat dilakukan jika lingkungannya tidak sesuai dan kondisinya tidak cukup baik.

hub lingkungan dan pembangunan

Meningkatnya pembangungan di berbagai daerah (kabupaten dan perkotaan), berbanding lurus dengan semakin meningkatnya dampak negatif baik langsung atau tidak langsung bagi lingkungan kehidupan. Tidak tertanganinya sampah di perkotaan, tercemarnya air permukaan dan air tanah oleh limbah industri/domestik, menurunnya kondisi sanitasi lingkungan, banjir, hanya sebagai akibat dari konflik pemanfaatan ruang wilayah tersebut. Banyak teknologi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk menentukan pilihan teknologi mana yang dapat dimanfaatkan kabupaten/kota dalam upaya mengatasi masalah lingkungan di daerahnya.


Pusat Teknologi Lingkungan (PTL-BPPT) menawarkan hasil kajiannya untuk mendukung program pembangungan Kabupaten/Kota mengatasi masalah lingkungan hidup di daerahnya. PTL dengan didukung oleh Balai Teknologi Lingkungan BPPT di Puspiptek Serpong memiliki pengalaman yang cukup panjang dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, khususnya di dalam: (1) Pengolahan Sampah perkotaan; (2) Menangani masalah lingkungan akibat limbah cair; (3) Pemberdayaan berbagai limbah (industri, domestik, pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat; (4) Pemanfaatan dan pemberdayaan lahan marginal untuk pengembangan pertanian; (5) Pengembangan wisata bahari, ecocity; (6) Produksi bersih; (7) Pengelolaan air bagi Kabupaten/Kota yang mengalami kesulitan/kelangkaan air (daerah bergambut, daerah payau, pulau-pulau kecil) dll.

Pola kerjasama yang dibina PTL BPPT dengan Pemerintah Kabupaten/Kota selama ini ternyata banyak memberi manfaat, sekaligus sebagai mitra kerja bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mengatasi masalah lingkungan khususnya dan pembangunan daerah pada umumnya. Jadi lingkungan dan pembangunan itu berhubungan karena jika tidak ada lingkungan yang baik tidak akan terjadi pembangunan karena salah satu factor dari penentu pembangunan yaitu kondisi lingkungannya.

pengertian IPTEK lingkungan

Iptek merupakan segala sesuatu yang diketahui mengenai pengetahuan suatu bidang yang disusun sistematis yang dapat dgunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di berbagai bidang dengan menggunakan teknologi-teknologi yang ada. Disini yang dibahas adalah iptek pada llingkungan. Pada lingkungan hidup seringkali kita menghubungkannya dengan iptek karena memang sesungguhnya lingkungan itu membutuhkan iptek untuk menjadikan lingkungan ini lebih baik.


Ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat dari aktivitas untuk pemenuh kebutuhan hidup manusia,baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat bisa di pisahkan dari lembaga pendidikan. Dimana pada abad 20 peran ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berarti bagi lembaga pendidikan. Sehingga pada abad 20 mampu mendorong lebih cepat dalam industri. Informasi,komunikasi,transportasi dan pertanian.


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tertinggal jauh dan sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat bahkan pula di Negara-negara Asia misalnya Jepang dan China. Misalnya pada pertanian, pada bidang pertanian dibutuhkan beberapa teknologi seperti alat pembajak sawah dan pupuk sehingga menjadikan bidang pertanian lebih bekerja dengan cepat karena menggunakan alat pembajak sawah serta dengan pupuk diharapkan dapat lebih menyuburkan tanaman pada lahan pertanian. Jadi perkembangan iptek sudah cukup baik dan mencakup berbagai bidang sehingga dapat membantu dan memudahkan dalam mengerjakan sesuatu.

Selasa, 13 Oktober 2009

Selasa, 06 Oktober 2009

Pengelolaan sumber daya alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang tersedia di alam dan dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia.. Di dunia ini ada banyak cara untuk menjaga sumber daya alam yang ada di sekitar kita,dari mulai menjaga dan memelihara sumber daya alam yang ada.

Selain di jaga kita harus bisa mengelola sumber daya alam yang ada untuk kelangsungan hidup kita. Kita tidak bisa hidup tanpa sumber daya alam itu. Jika sumber daya alam yang ada habis,kita akan sulit unutk menemukan sumber daya yang baru.

Sumber daya alam dibagi kedalam 2 jenis, sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidah dapat diperbaharui. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang dapat di pakai secara terus menerus dan dapat ditemukan dalam waktu yang relatif cepat.sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang apabila dipakai secara terus menerus akan habis dan dibutuhkan waktu yang lama untuk menemukannya.

Yang termasuk ke dalam sumber daya alam yang dapat diperbaharui di antaranya air,udara,tanah,hutan,hewan dan tumbuhan. Air merupakan kebutuhan makhluk hidup yang paling utama. Bagi manusia selain untuk mencuci, mandi, minum, air juga mempunyai manfaat, di antaranya : alat transportasi, alat rekreasi, alat untuk pengairan, PLTA. Tumbuhan/pepohonan yang sangat banyak macamnya disebut hutan. Menurut jenisnya hutan dibagi menjadi 2 : hutan homogen dan hutan heterogen. Hutan homogen adalah hutan yang hanya ditumbuhi oleh satu jenis pohon saja, contohnya hutan jati, hutan pinus dan hutan cemara. Sedangkan hutan heterogen adalah hutan yang ditumbuhi oleh banyak jenis tumbuhan. Jika dilihat dari areal lahannya hutan dibedakan menjadi 5 macam : Hutan lindung adalah hutan yang berfyngsi melindungi tanah dari erosi, banjir dan tanah longsor. Hutan produksi adalah hutan yang betrfungsi menghasilkan produksi industri dan bahan perlengkapan masyarakat. Hutan wisata adalah hutan yang khusus ditunjukan untuk menarik wisatawan local dan asing. Hutan suaka alam ialah hutan yang berfungsi memelihara dan melindungi flora (tumbuhan) dan fauna (hewan). Hutan Mangrove ialah hutan bakau di tepi pantai yang berfungsi untuk menghindari daratan dari abrasi. Erosi ialah pengkisan tanah yang disebabkan oleh air hujan. Reboisasi ialah penanaman/penghijauan kembali hutan yang telah gundul. Abrasi ialah penyempitan daratan akibat pengikisan tanah yang disebabkan oleh air laut. Korasi ialah pengikisan daratan yang disebabkan oleh angin. Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, bawang dan berbagai macam buah-buahan, seperti jeruk, apel, mangga, dan durian. Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Jenis tanaman perkebunan yang ada di Indonesia meliputi karet, cokelat, teh tembakau, kina, kelapa sawit, kapas, cengkih dan tebu. Berbagai jenis di antara tanaman tersebut merupakan tanaman ekspor (kegiatan mengirim barang ke luar negeri ) yang menghasilkan devisa (tabungan bagi negara ).

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang apabila dipakai secara terus menerus akan habis dan dibutuhkan waktu yang lama untuk menemukannya. Yang termasuk kedalam sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui minyak bumi, batu bara, emas, perak, tiimah, etc. Batu bara berasal dari tumbuhan purba yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu. Batu bara banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan industri dan rumah tangga. Minyak bumi berasal dari hewan (plankton) dan jasad-jasad renik yang telah mati berjuta-juta tahun.

Jenis-jenis sumber daya alam : hasil tambang, hasil pertanian dan perkebunan, hasil peternakan dan perikanan. Hasil tambang adalah minyak bumi, jenis-jenis nya antara lain avtur ( bahan pesawat terbang ), bensin ( bahan bakar kendaraan bermotor ), kerosin ( bahan baku lampu minyak ), solar ( bahan baker kendaraan diesel ), etc. Batu bara dimanfaatkan untuk bahan baker industri dan minyak tangga. Biji besi Untuk peralatan rumah tangga, pertanian dan lain-lain. Tenbaga merupakan jenis logam berwarna kekuning-kuningan dan lunak. Bauksit merupakan bahan dasar pembuat aluminium. Emas dan perak untuk perhiasan. Dan masih ada beberapa lagi.

Hasil prtanian dan perkebunan antara lain ; Padi, jagubg, karet, kapas, tembakau, kopi, tebu, vanili, agave, rosella, kina. Hasil perternakan antara lain sapi, kambing, kerbau, unggas, ikan ( sumber protein hewani ), rumput laut ( bahan baku makana dan obat ), terumbu karang ( tempat rekreasi bawah laut ).