cari artikel di blog ini
Kamis, 04 Maret 2010
ondel-ondel
Bhinneka Tunggal Ika
Selasa, 01 Desember 2009
efek rumah kaca
Euforia pasca revolusi industri terkesan se-enaknya tanpa memperhatikan dampak yang akan terjadi dimasa mendatang. Hal ini diperparuh lagi dengan sedikitnya kalangan yang peduli dan mau memperhatikan masalah lingkungan.
Meningkatnya kadar karbondioksida diudara merupakan permasalahan yang sangat serius dan mesti diperhatikan sejak dari sekarang. Jika hal ini dibiarkan berlarut, justru akan mengancam kehidupan makhluk hidup. Meningkatnya kadar karbondioksida di atmosfer dapat menyebabkan terjadinya efek rumah kaca (green house effect) atau lebih dikenal dengan pemanasan global suhu bumi.
Pada dasarnya, karbondioksida tidak berbahaya bagi manusia. Namun, kenaikan kadar karbondioksida diudara dapat mengakibatkan peningkatansuhu permukaan bumi. Efek rumah kaca terjadi dikarenakan karbondioksida yang ada di atmosfer melebihi ambang batas. Gas karbondioksida dapat dilewati oleh semua sinar/cahaya yang dipancarkan oleh matahari. Akan tetapi ketika memantul dipermukaan bumi dan kembali keatmosfer, sinar tertentu akan tertahan dan terperangkap kemudian dipantulkan lagi ke bumi. Fenomena ini persis seperti sebuah rumah yang terbuat dari kaca, dimana suhu didalamnya sangat panas.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar karbondioksida diudara, diantaranya :
Pertama, aktivitas industri yang tidak ramah lingkungan. Dikarenakan adanya industri yang menggunakan bahan bakar yang terbuat dari batu bara, minyak bumi dan gas alam dalam skala yang besar. Batu bara terdiri atas sebagian besar karbon, yang apabila dibakar kan bereaksi dengan oksigen menghasilkan karbondioksida. Gas alam dan minyak bumi termasuk golongan hidrokarbon, yang jika dibakar akan menghasilkan karbondioksida dan uap air. Perlu perhatian khusus dari dunia industri agar mempunyai sistem pembuangan gas buangan maupun limbah yang baik dan tidak mencemari lingkungan.
Kedua, tidak teratur dan tingginya pertumbuhan penduduk. Meskipun kecil, pertambahan penduduk yang drastis dapat memicu meningkatnya kadar karbondioksida di udara.
Ketiga, pembabatan pohon-pohon dihutan yang tidak ada upaya penanaman kembali yang seimbang. Tumbuh-tumbuhan berperan sebagai penetralisir karbondioksida.
Keempat, meningkatnya pemakaian kendraan bermotor. Bahan bakar minyak bumi yang dikonsumsi oleh kendraan bermotor akan menghasilkan gas buangan yang menambah kadar karbondioksida diudara. Semakin banyak jumlah kendraan bermotor yang berbahan bakar hidrokarbon, maka kadar karbondioksida di udara akan meningkat.
Dampak yang ditimbulkan
Efek rumah kaca dapat mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es didaerah kutub. Hal akan berakibat naiknya permukaan laut yang dapat mengancam pemukiman penduduk disepanjang pantai. Naiknya permukaan air laut dapat mengakibatkan erosi disekitar wilayah pesisir pantai, kerusakan hutan bakau dan terumbu karang, berkurangnya intensitas cahaya didasar laut, serta naiknya tinggi gelombang air laut.
Disamping itu efek rumahkaca mengakibatkan terganggunya keseimbangan biologis di laut sehingga dapat meningkatkan jumlah ganggang di lautan. Beberapa jenis ganggang ini ada yang dapat mengeluarkan racun yangmembahayakankehidupan lautdan meracuni manusia yang memakan hasil laut.
Efek rumah kaca juga akan meningkatkan suhu bumi sekitar 1o – 5 o C. Hal iniakan mengganggu ekosistem dan lingkungan.
dampak gas CO terhadap kesehatan
Karbon monoksida (CO) jika terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolisme, ikut bereaksi secara metabolisme dengan darah. Seperti halnya oksigen, gas CO bereaksi dengan darah (hemoglobin) :
Hemoglobin + O2 –> O2Hb (oksihemoglobin)
Hemoglobin + CO –> COHb (karboksihemoglobin)
Konsentrasi gas CO sampai dengan 100 ppm masih dianggap aman kalau waktu kontak hanya sebentar. Gas CO sebanyak 30 ppm apabila dihisap manusia selama 8 jam akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap tubuh manusia tidak sama dengan manusia yang satu dan yang lain.
Konsentrasi gas CO disuatu ruang akan naik bila di ruangan itu ada orang yang merokok karena asap rokok akan mengeluarkan asap yang mengandung gas CO dengan konsentrasi lebih dari 20.000 ppm yang kemudian menjadi encer sekitar 400-5000 ppm selama dihisap. Konsentrasi gas CO yang tinggi didalam asap rokok menyebabkan kandungan COHb dalam darah orang yang merokok meningkat. Keadaan ini sudah tentu sangat membahayakan kesehatan orang yang merokok. Orang yang merokok dalam waktu yang cukup lama (perokok berat) konsentrasi CO-Hb dalam darahnya sekitar 6,9%. Hal inilah yang menyebabkan perokok berat mudah terkena serangan jantung.
Pengaruh konsentrasi gas CO di udara sampai dengan dengan 100 ppm terhadap tanaman hampir tidak ada, khususnya pada tanaman tingkat tinggi. Bila konsentrasi gas CO di udara mencapai 2000 ppm dan waktu kontak lebih dari 24 jam, maka kana mempengaruhi kemampuan fiksasi nitrogen oleh bakteri bebas yang ada pada lingkungan terutama yang terdapat pada akar tanaman.
Gas CO sangat berbahaya, tidak berwama dan tidak berbau, berat jenis sedikit lebih ringan dari udara (menguap secara perlahan ke udara), CO tidak stabil dan membentuk CO2 untuk mencapai kestabilan phasa gasnya. CO berbahaya karena bereaksi dengan haemoglobin darah membentuk Carboxy haemoglobin (CO-Hb). Akibatnya fungsi Hb membawa oksigen ke sel- sel tubuh terhalangi, sehingga gejala keracunan sesak nafas dan penderita pucat. Reaksi CO dapat menggantikan O2 dalam haemoglobin dengan reaksi :
02Hb + CO –> OHb + O2
Penurunan kesadaran sehingga terjadi banyak kecelakaan, fungsi sistem kontrol syaraf turun serta fungsi jantung dan paru-paru menurun bahkan dapat menyebabkan kematian. Waktu tinggal CO dalam atmosfer lebih kurang 4 bulan. CO dapat dioksidasi menjadi CO2 dalam atmosfer adalah HO dan HO2 radikal, atau oksigen dan ozon. Mikroorganisme tanah merupakan bahan yang dapat menghilangkan CO dari atmosfer.
Dari penelitian diketahui bahwa udara yang mengandung CO sebesar 120 ppm dapat dihilangkan selama 3 jam dengan cara mengontakkan dengan 2,8 kg tanah, dengan demikian mikroorganisme dapat pula menghilangkan senyawa CO dari lingkungan, sejauh ini yang berperan aktif adalah jamur penicillium dan Aspergillus.
dampak CO terhadap lingkungan
Di udara, Karbon Monoksida (CO) terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit, hanya sekitar 0,1 ppm. Di perkotaan dengan lalu lintas yang padat konsentrasi gas CO antara 10-15 ppm. Sudah sejak lama diketahui bahwa gas CO dalam jumlah banyak (konsentrasi tinggi) dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan juga dapat menimbulkan kematian.
Karbon monoksida (CO) apabila terhirup ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun, ikut bereaksi secara metabolis dengan darah (hemoglobin) :
Hemoglobin + CO ———> COHb (Karboksihemoglobin)
Ikatan karbon monoksida dengan darah (karboksihemoglobin) lebih stabil daripada ikatan oksigen dengan darah (oksihemoglobin). Keadaan ini menyebabkan darah menjadi lebih mudah menangkap gas CO dan menyebabkan fungsi vital darah sebagai pengangkut oksigen terganggu.Keadaan normal konsentrasi CO di dalam darah berkisar antara 0,2% sampai 1,0%, dan rata-rata sekitar 0,5%. Disamping itu kadar CO dalam darah dapat seimbang selama kadar CO di atmosfer tidak meningkat dan kecepatan pernafasan tetap konstan.
Keracunan gas karbon monoksida dapat ditandai dari keadaan ringan, berupa pusing, rasa tidak enak pada mata, sakit kepala, dan mual. Keadaan yang lebih berat dapat berupa detak jantung meningkat, rasa tertekan di dada, kesukaran bernafas, kelemahan otot-otot, gangguan pada sisten kardiovaskuler, serangan jantung sampai pada kematian.
Senin, 23 November 2009
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PANAS BUMI DI INDONESIA
• Geo‐thermal ‐ Geothermal power (from the
Greek roots geo, meaning earth, and
thermos, meaning heat) is power extracted
from heat stored in the earth. ‐ Wikipedia
• … of or relating to the heat in the interior of
the earth ‐ wordnetweb.princeton.edu
• Energy from reservoirs in the Earth’s
surface, such as geysers or ground water that
is ‘heat energy’ ‐ www.greenenergy360.org
Temperatur :
1. At 30‐69ºC : thermoculture ( Hot Spa, Pemandian
TEKNOLOGI GEOTHERMAL
p ,
Air Panas, Memasak dll)
2. At 70‐140ºC : Pemanas air & ruangan, Pengering
3. At 140‐220ºC: Pengering, Process Heat, binary PP
4. At 220+ºC: Steam turbine, binary PP or process
steam
9
Temperatur :
1. At 30‐69ºC : thermoculture ( Hot Spa, Pemandian
TEKNOLOGI GEOTHERMAL
p ,
Air Panas, Memasak dll)
2. At 70‐140ºC : Pemanas air & ruangan, Pengering
3. At 140‐220ºC: Pengering, Process Heat, binary PP
4. At 220+ºC: Steam turbine, binary PP or process
steam
17
a) Flashed Plant
TEKNOLOGI GEOTHERMAL
b) Binary Plant
c) Combined Cycle PP
Teknologi
1. Proven Technology
2. Tidak tegantung dengan musim
KEUNTUNGAN & MANFAAT
3. Berperan sebagai base load ( CF > 90% ).
4. Dapat dikembangkan secara bertahap ( 250 kW –
110 MW )
Ekonomi
1. Biaya O & M rendah.
2. Biaya bahan bakar tidak ada
KEUNTUNGAN & MANFAAT
3. Meningkatkan tingkat sekuriti energi nasional
4. Menggunakan energi setempat
5. Menggerakkan perekonomian setempat
Lingkungan
1. Emisi sangat rendah dibandingkan dengan
pembengkit berbahan bakar fosil
KEUNTUNGAN & MANFAAT
fosil.
2. Menggunakan tanah yang tidak luas dibandingkan
dengan pembangkit lain.
Investasi Panasbumi (greenfield dev.)
1. Lead time yang panjang;
• Pre Feasibility Study : 1 tahun
• Exploration : 2 – 3 tahun
• Development / Construction : 2 – 3 tahun
Total lead time : 5 – 7 tahun
2. Risks
• Resources (Exploration & Exploitation) Risks
• Construction Risk
• Perceived Buyer (PLN) Risk
• Country Risk.
3. IRR = Riskless Rate + Risk Premium
KESIMPULAN
• Potensi Geothermal di Indonesia sangat besar
• Teknologi geothermal sudah proven dan ramah
lingkungan
• Diperlukan lead times yang panjang serta initial
cost yang tinngi dalam pengembangan
geothermal
• Pemanfaatan Geothermal di Indonesia
memerlukan kerjasama yang erat antara
pengembang, pemakai, Pemerintah dan Lender.
biofuel sebagai energi masa depan
1. Pencemaran udara yang telah mengkhawatirkan
2. Adanya standar emisi Internasional
kedua masalah di atas dapat di atasi dengan cara membuat biofuel dari sumber minyak hayati
merupakan salah satu solusi permasalahan dari sisi supply, perbaikan kualitas udara dan penciptaan ekonomi kerakyatan.
apa itu BIOFUEL ?
• Biofuel = bahan bakar nabati
• Merupakan bahan bakar alternatif bagi bahan bakar fossil, yang diproduksi dari bahan baku yang bersumber dari tanaman
• Merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan dan terbarukan
• Yaitu :
• biodiesel (alternatif untuk minyak
diesel/solar),
• biethanol (alternatif untuk
premium/bensin),
• bio-oil atau pure plant oil - PPO (alternatif minyak bakar)
bakarminyak tertentu
• Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu yang selanjutnya disebut Jenis BBM tertentu adalah bahan bakar yang berasal dan atau diolah dari minyak bumi dan atau bahan bakar yang berasal ataua diolah dari minyak bumi yang telah dicampurkan dengan bahan bakar nabati.
iBiotucl) sebagai Bahan Bakar Lain dengan jenis, standar dan mutu
(spesifikasi), harga, volume) dan konsumen tertentu.
• Dalam rangka penyediaan dan pendistribusian jenis HEM Tertentu,
Badan Usaha yang mendapatkan penugasan pcnyediaaan dan
pendistribusian jenis BBM Tertentu wajib mencampurkan BBN yang
dilaksanakan sccara bertahap sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
• Badan Usaha dalam melakukan pencampuran BBN sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) wajib memanfaatkan dan mengutamakan produksi BBM dalam negri
BIODIESEL ?
• Bahan bakar alternatif minyak
diesel/solar yang ramah lingkungan
• Digunakan untuk mesin diesel
• Secara kimia merupakan methyl
ester yang terbuat dari minyak atau
lemak nabati yang direaksikan
dengan methanol
• Produk yang sudah ada di pasaran :
BIOSOLAR dari Pertamina,
merupakan campuran Biodiesel 2.5% dan solar 97.5%
CHALLENGES
1. Increasing variety in feedstock availability
2. Increasing efficiency in process technology
3. Improvement parameters for Biofuel quality
4. Accelerating production development
5. Broad variety in different marketing strategy
6. Challenges for further engine warranties
7. Solid legal framework in pushing the markets
8. Broadening information basis and easier access
Technology and Plant Capacity Selection,
depend on:
• Plant location
• Availability and characteristic of raw
material
• Local fuel demand
• Human resources level
• Local industries capability
Local content
Current Problem
1. Biodiesel still classified as a non- subsidized fuel.
2. FAME price is tend to increase and passing the MOPS price.
3. Biofuel mandatory has been issued by the government. The following
biodiesel related questions are often asked by industries:
- Price (raw material, cost production)
- Quality product guarantee
- OEM (Owner Equipment Manufacture)
guarantee
- Quick property test (B100
and BXX)
- Effect to engine safety/life,
performance and emission
- Effect to fuel consumption
- Application of biodiesel on
generator, gas turbine and
boiler
- How to handling (blending,
transportation, storage)
-stability (oxidation)
